Skip to content


Strategi Wikinomics : Sepuluh Menit Terakhir yang Menentukan

disampaikan pada :

Il y a quinze ans…

le printemps juin 1997,

Je mettais le pied pour la première fois sur la terre ….Paris.  

Oui, c’etait a l’aeroport Charles De Gaulle

Rantau dan Renungan

Itu sebuah awal akibat atau berkat dari sebuah keputusan : Saya harus pergi ke Prancis, sendiri, tidak tahu tentang apa yang bakal terjadi nanti, dan tidak tahu bakal bertemu dan berteman dengan siapa nanti. Dari Pesawat air France nomer penerbangan AF257 yang landing di landasan bandara Charles de Gaulle menuju La Gare de Montparnasse Paris. Dengan kereta api tercepat TGV ( Train Grande Vitesse) menuju Université Catholique de l’Ouest d’Angers hingga terdaftar sebagai mahasiswa master di Université Bordeaux I dan berlabuh di Université de La Rochelle hanya berbekal kata “bonjour” dan “madame”.

Gambar 1. Tiket Jakarta Paris

Université Bordeaux I di Talence terkenal dengan Theorie de Nombre nya alias Theory of Number. Seperti Andrea Hirata dalam Laaskar Pelangi layaknya, apa yang dipelajari di Bordeaux ternyata hanya sebuah sambungan cerita dalam bentuk rumus matematika dari Bu Guru SD saya (Almh Ibu Sri Sumirah) yang mendongeng Kisah penggembala dan dombanya :

“Saat pagi hari tatkala si gembala mengeluarkan kambingnya per ekor dari kandang; seekor kambing keluar diambillah sebutir kerikil dan dimasukan ke kantong kain yang ia bawa. Sampai semua kambing keluar dan kantongpun penuh dengan kerikil. Dan tatkala senja tiba, kambingpun dimasukkan ke kandang per ekor sambil pula mengeluarkan kerikil dari kantongnya per butir.”

C’est magnifique….!! sebuah dongeng sebagai pancingan untuk berimajinasi dan mengenalkan sebuah konsep bilangan kepada seorang anak : apa tho sebenarnya angka 1,angka 2 dst. Dan dongeng itu tergiang di pikiran saya dalam ruang kuliah meski sudah melintas benua dan samudra. Bu Sum (begitu panggilannya) memancing ide kami dengan gerakan-gerakannya yang lincah tapi lembut : “Anak-anak tahu nggak? suatu hari salah satu kambingnya yang berwarna putih diterkam sama srigala.” Anak-anak terdiam, mencekam…Dan kembali kami dipancing ke dalam formulasi model matematika (Mathematical Modelling) : “Sore hari semua kambing sudah masuk, Kira-kira masih ada berapa kerikil yang masih berada dalam kantong?” Anak-anakpun sontak menjawab : “SATU ….!!!!”

Cerita ini sebenarnya sudah menanamkan dasar belajar konsep bilangan, kandang dan kantong adalah konsep tentang himpunan, Kambing yang diterkam serigala adalah operasi hitung : +, – bahkan kalau cerita dapat dilanjutkan tentang kaki kambing maka operasi hitung sampai pada level perkalian. Masih banyak cerita beliau tentang siku-siku dan sudut, Potong kuku timbang dan ukur tinggi badan, berbaris dan nomer urut absen, serta cerita yang membuat kami terpingkal-pingkal dikelas adalah : Nggang, Ngging, Nggung yuk..ayo nabung. Dan beliau selalu mengawali belajar di kelas dengan cerita atau mendongeng tentang apa yang terjadi kala itu. Padahal kala itu belum ada laptop terkoneksi ke internet dan hardisk ( atau cloude computing) yang bekapasitas Mega-byte, tapi cerita beliau masih tetap tersimpan di pikiran kami, di benak kami dan disetiap tindakan kami. Saya juga bingung,

  1. apakah Guru pada waktu itu sudah belajar tentang Confusianisme ? Yang mengajarkan untuk menhadirkan “GURU” disetiap waktu dan dalam kondisi apapun dalam diri anak didiknya.
  2. apakah Guru pada waktu beliau juga nyantri di pondok pesantren yang mengajarkan “man jadda wa jadda” ?

Saya kagum pada pengajar dan pendidik seorang Bu Sumirah (pantas saja, kami waktu itu selalu menunggu beliau datang, kami selalu menantikan kehadirannya di kelas dan berebut membawakan tasnya), bisa jadi tawaran cerita diatas sudah masuk kategori materi dengan model telling story se-level Sekolah Bertaraf International (kalau ditafsirkan kondisi sekarang), dan bahkan metode [Quantum Learning] penyampaian yang mengajak siswa mempunyai gaya berfikir yang analitik alias tidak sekedar hafalan; cuma sayang saya tidak punya foto almahumah tapi saya yakin film laskar pelangi sudah tepat sekali menampilkan figur dan sosok seorang guru yang dengan teori-teori yang hebat, yang mampu menanamkan konsep matematika yang kuat, yang mampu menanamkan basis-basis logika yang kuat. Hingga akhirnya saya sadar betul basis yang kuat itu mampu menelorkan theorema-theorema dalam article mathematics di Ramanujan journal : Ramanujan-Deshouillers-Sutanto

Ya Alloh semoga ilmu yang bermanfaat yang telah beliau berikan akan mengalirkan pahala dan belas kasihanMu secara terus menerus kepadanya meski beliau telah bersemayam keharibaan-Mu…

Dimasa kini, disaat internet berkecepatan sampai 1 Mbps di masing-masing PC atau laptop. Sepuluh menit terakhir yang menentukan masih sangat strategis untuk dijalankan didepan kelas. Hari ini, kami punya 12 mahasiswa yang studi lanjut Master maupun Doktor ke luar negri : La Rochelle, Poitiers, Limoges, Manila, Leiden, dan Brisbane berkat sepuluh menit terakhir yang menentukan.

Kuliah perdana diakhiri dengan sebuah tugas yang ringan namun sangat berat yaitu : menulis email dan mengirimkan kepada guru atau profesor di luar negeri. Guru atau dosen dari negara manapun dipersilakan untuk dihubungi, karena mungkin saja berhubungan dengan dosen dari Rusia, sehingga terjadi kesuliatan bahasa. kesulitan bahasa bisa dibantu diselesaikan dengan Google Translate.  Isi email tersebut yang pertama adalah say hello  untuk berkenalan. Lantas jika dibalas, lanjutkan untuk mendiskusikan materi yang profesor tersebut sedang melakukan riset. Mengenai waktu dari tugas ini, dapat diselesaikan selama 1 semester.  Siswa atau mahasiswa diperkenankan melakukan konsultasi kepada siapapun termasuk guru atau dosen selain pengampu mata kuliah. Interaksi via email tersebut sangat disarankan untuk dikoleksi dan dikrimkan kepada guru atau dosen di akhir semester.

Dan hasilnya, sangat mencengangkan. Sampai hari ini ada 12 orang yang berhasil mendapatkan beasiswa, kuliah dan sudah lulus dari Program Master dan Doctorat di berbagai universitas bergengsi di Eropa : FLASH Universite de La Rochelle, LAPE Universite de Limoges, Universite Poitiers, Universite Sorbone,  Leipzig University. Dan sebaliknya mulai berdatangan mahasiswa dari luar negeri ( Prancis, Jerman, Hongkong, Turkmenistan, dan lain-lain) ke kampus  yang selama ini hanya di huni oleh orang tempatan saja. Selamat datang di dunia WIKINOMICS …….

Macrowikinomics

Perubahan, sepertinyanya kata itu adalah sebuah kata yang menarik untuk dipahami lebih dalam dan detail. Dimensi perubahan tentunya dilihat dari sudut pandang ke arah kemajuan, meski harus pula diwaspadai setiap perubahan yang terjadi tentu ada sisi kurang baiknya. Akan tetapi sebisa dan sebijak mungkin diharapkan kita mampu memaknai kata perubahan itu. Saya gak bisa bayangkan seandainya kakek saya masih hidup melihat saya meng-konsumsi air putih dari Galon Aqua. Karena pada jamannya orang tidak pernah berpikir bahwa air putih akan diperjualbelikan. anda butuh minum tinggal ambil di gentong yang disediakan didepan rumah (kala itu). Dan mungkin nanti (kelak) cucu saya juga dalam posisi yang tidak mampu menjelsakan kepada saya kenapa (bisa jadi) udara diperjualbelikan dalam bentuk tabung-tabung oksigen yang selama ini baru terbatas diperjualbelikan di rumah sakit. Ini Contoh riil yang dimana produk dari kegiatan ekonomi berubah cepat, maka proses-proses yang mengikuti kegiatan ekonomi tersebut tentunya harus berubah juga dengan sendirinya.

Sejak tahun 2006 dalam proses kegiatan ekonomi, mengalami perubahan yang sangat mencolok. Dimana sumberdaya yang dimiliki oleh suatu perusahaan tidak lagi menjadi aset yang tertutup untuk mengoptimalisasi hasil. Dimana SDM perusahaan menjadi manusia yang semakin otonom. alias identik dengan tidak ada atau sulit menemukan “fidelity” yang ada adalah profesionalisme. Agar semuanya berjalan on the right track dan mampu menghasilkan produk yang optimal tentunya dibutuhkan sebuah seni dan strategi yang pas untuk mengatur perubahan tersebut.

Hal tersebut dipahami secara baik oleh CEO Google Eric Schmidt : “Ketika mendengar kata kolaborasi, rata-rata mereka yang berusia 45 tahun lebh berfikir adanya orang berkumpul, duduk bersama dan mendiskusikan suatu topik. Padahal yang terjadi saat ini adalah sesuatu yang sungguh berbeda, harapan makana baru dari kolaborasi adalah, dengan peer prodcution kita akan memanfaatkan keahlian, kecerdasan, ketekunan orang lain diamanapun mereka berada secara efektif dan efisien.

Ada cerita menarik dari buku Wikinomics: seorang CEO Goldcorp Inc yang akhirnya harus “ngeblog” untuk menyelematkan tambang emasnya yang diambang kebangkrutan. Karean para ahli geologinya dengan semua jurus yang sdh mereka keluarkan tidak sanggup lagi meng-estimasi dan menentukan cadangan emas yang bisa di eksplorasi dalam tambangnya. Hingga akhirnya di publish problem ini ke internet. Dan hasilnya luar biasa, banyak sekali proposal yang masuk dari Matematikawan, Aahli geodesi, Fisikawan, bahkan anggota militer. Hasilnya ? Sang CEO hampir terjungkal dari kursi saat melihat data di PCnya. Para kontestan telah berhasil mengidentifikasi 110 target tambang di Red Lake yang mana 50% diantaranya belum pernah teridentifikasi. Faktanya sejak publikasi ini dilakukan ditemukan 8 juta ounce emas !!!! sang CEO memperkirakan proses kolaborasi telah memangkas waktu eksplorasi sekitar 2-3 tahun. Puffhh…

Pergerakan perubahan menuju ke sebuah seni dan pengetahuan baru wikinomics yang mendasarkan pada 4 gagasan yang  akan mengganti doktrin Bisnis baru, yaitu :

1. Openesse

2. Share

3. Peering

4. Act Globaly

Kedua penggalan ekperimen diatas adalah sebuah bukti nyata aplikasi wikinomics dalam bidang pendidikan yang mendasarkan pada ke-4 pilar tersebut diatas. Sikat keterbukaan dalam diri siswa dan mahasiswa menjadi the first key. Sesuai dengan ajaran hampir semua agama, setelah diri anda membuka diri maka anjuran berikutnya dalah berbagi sumber daya. Maka sistem yang tercipta dalam hukum alam ini akan membangunkan kita sebuah Peer Group yang berisi kumpulan orang yang memiliki kepentingan yang sama. Dengan adanya internet, maka peer group yang dibangun akan melampui batas ruang dan waktu.

 

Posted in Seminar dan Konfrensi.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.